Pandemi: Saatnya untuk Upskilling
Pandemi Covid-19 itulah namanya, tidak pernah terpikirkan, terucapkan dan dilihat mata sebelumnya kini kehadirannya benar-benar ada dan nyata. Urusan kaget, mau atau tidak semua wajib mawas diri dan terus menjalankan protokol kesehatan. Ini menjadi sebuah trauma besar bagi semua orang karena harus kehilangan pekerjaan dan tidak bekerja sama sekali sebab perusahaan tidak sanggup membiayai gaji karyawan, adapula yang tetap bekerja walau dengan gaji yang tidak sama seperti semula, ada juga yang bekerja dari rumah.
Hampir semua sektor terkena imbasnya, tidak heran jika sekarang ini banyak orang mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan skill mereka selain dari bidang kerja mereka sebelumnya. Kebiasaan yang royal sekarang sudah tak sama semua kembali ke kampung halaman dan mulai hidup seperti awal dari mana ia berasal.
Salah satu sektor yang terdampak berat adalah Pariwisata. Sektor ini seolah-olah mati tak bernyawa untuk beberapa waktu yang tak tahu kapan akan bangkit dan bernyawa kembali.
Semua perjalanan wisata di batalkan, ditunda, tidak ada penerbangan, tidak ada yang menginap di hotel. Para pelaku usaha, industri dan semua stakeholder dipaksa untuk berpikir lebih dan lebih untuk tetap bertahan.
Menjadi seorang Pramuwisata (Tourist Guide) berhenti tak bertemu tamu untuk sementara waktu, tidak berkeliling membawa tamu lalu muncul pertanyaan: Apa yang harus dilakukan? Ternyata dalam menunggu itu semua membawa dampak baik :) apakah itu?
Dari wadah dimana saya mendapatkan legalitas sebagai Pemandu Wisata yaitu HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) mengadakan berbagai webinar mengenai cara meningkatkan kemampuan Pemandu Wisata berdasarkan SKKNI Pemandu Wisata dan juga berbagai pengalaman oleh para senior Tour Guide. Kemudian ada juga sharing mengenai budaya, atraksi dan event yang ada di masing-masing daerah, mumpung gratis dan bisa bertemu banyak orang dan menjalin kerjasama. Semuanya dilakukan melalui aplikasi ZOOM dan wajib instal aplikasi saat itu masih awal-awal pandemi namun sekarang tidak heran banyak orang sudah menggunakan berbagai aplikasi meeting lainnya.
Selain pelatihan di atas, ada juga pelatihan Virtual Tour, dari namanya saja sangat asing namun dengan adanya pelatihan dari Kemenpar dan BAKTI bekerjasama dengan Atourin (Platform Digital untuk Travel) selama 3 hari pelatihan dan 21 hari pendampingan rasanya luar biasa kesempatan tak terbuang sia-sia. Saya bisa dijaka menjadi Mitra Pemandu di Atourin dan pertama kalinya saya membawa Virtual Tour khusus edisi 'Indonesia Merdeka dari Sabang-Marauke dari Miangas sampai Pulau Rote. Sampai saat ini masih diberikan kesempatan untuk tetap produktif melakukan virtual tour.
Ada juga pelatihan Bahasa Inggris untuk pelaku industri Pariwisata yang diadakan oleh Kemenpar bekerjasama dengan CAKAP selama kurang lebih dan saya berada pada gelombang I bersama teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia dan profesi mereka masing-masing. Selama 6 bulan belajar peserta benar-benar dipermudah dan diberikan ruang untuk berlatih dan meiningktkan kemampuan Bahasa Inggrisnya. Materi yang diberikan disesuaikan dengan keadaan nyata diindustri dan kebudayaan Indonesia.
Kemudian ada juga pelatihan Penguatan Kapasitas Pemandu Wisata dan UPW (Usaha Perjalanan Wisata) melalui Story Telling. Diadakan selama 6 hari dan hasil akhirnya membuat video youtube (cek on my yiutube channel https://youtu.be/gCTs9CMRP1k ) dan tulisan nya sudah di upload di blog saya.
Lalu pelatihan peningkatan Kapasitas Pemandu Wisata yang diadakan juga oleh Kemenpar bekerjasama dengan HPI, NTGA dan LPK Pramindo. Belajar banyak hal yang terjadi di lapangan saat membawa tamu dan belajarnya langsung dari para Sesepuh Guide yang sangat bermanfaat dan menjadi bekal selama membawa tamu jalan-jalan kemana saja. Pelatihan dilakukan selama 3 hari dan hasil akhirnya membuat video pemanduan dan dikirim ke para Guide senior untuk dinilai.
Webinar-webinar yang lain juga datang dari GENPI (Generasi Pesona Indonesia) membahas mengenai recovery Destinasi Prioritas, Kementrian Desa Tertinggal membahas mengenai Desa Wisata, UPH mengenai dampak Pariwisata, ada juga pembuatan video Pemanduan Wisata bagi adik-adik Sekolah Dasar di SDK Santo Yoseph Noelbaki (Kabupaten Kupang) kerjasama Kelas Inspirasi Kupang.
Pada akhirnya, dalam segala keterbatasan masih ada jalan untuk kita tetap maju dan berkembang tanpa ada batasan. Dengan adanya jejak digital yang baik membuat semua kita semakin berpikir digital tanpa harus menunggu kapan dan kapan. Selagi masih bisa berkarya, maju terus karena semua ada justru untuk mempermudah, selalu berpikir bahwa yang ada di depan kita membawa hal baik.
Karya akan tetap hidup walau raga akan hilang nantinya! 😊





Komentar
Posting Komentar